Archive for the ‘Faith’ category

10 ways to speak according to Islam

January 26th, 2012

Here 10 of the best ways to speak according to Islam. It will better if we could be transforming into our life. Internet have making the new era to the dynamic world and Islam is very complete for understanding their members. Please,absorb this for your better life.

1. All subjects who speak to you must be good, and avoid saying false.
2. Speak clearly and easily understood.
3. Do not speak in a tone of arrogance
4. Avoid talking too boring.
5. Repeat important words if necessary » Read more: 10 ways to speak according to Islam

Tantangan Dakwah Di Era Global

January 13th, 2012

Tantangan Dakwah Di Era Global

Oleh: DR. H. Imam Mawardi, M.Ag

Era Globalisasi adalah era yang penuh keterbukaan. Era bercampurnya nilai-nilai yang satu dengan yang lain. Globalisasi dalam teori ilmu sosial adalah proses mengecilnya dunia untuk menjadi satu. Saat ini dunia menjadi sempit. Apa yang terjadi sekarang di Amerika bisa kita saksikan sekarang juga. Apa yang terjadi di Saudi Arabia sekarang, bisa kita dengarkan sekarang juga. Apa yang berkembang ditempat lain juga bisa mempengaruhi pola hidup kita. Satu sisi globalisasi dengan transportasi dan tekhnologi mampu memudahkan manusia, tetapi satu sisi yang paling parah adalah melenakan manusia dari Tuhannya.

Ketika manusia terlalu sibuk dengan apa yang terjadi dengan dunia luar, maka dia akan lupa dengan apa yang terjadi dalam diri mereka sendiri. Ketika manusia terlalu sibuk dengan sesuatu yang ada di luar, dia lupa akan kewajiban-kewajiban atas dirinya. Dan ketika manusia melupakan Tuhannya, melupakan fitrahnya, maka Allah mengingatkan dalam Al-Quran surah Al Hasyr: 19 yang maknanya

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri”

Mereka itulah orang-orang yang fasik. Orang yang melupakan Allah, dia juga akan dilupakan Allah. Artinya, dalam diri mereka penuh dengan kebingungan.

Dia dimanja dengan materi, dimanja dengan bermacam-macam hiburan. Tetapi, sesungguhnya dalam dirinya telah terjadi kekeringan spiritual sehingga menjadikan dia gelisah. Manusia menjadi bingung dan depresi. Daniel Wolman seorang peneliti psikologi dalam sebuah temuannya mengatakan:

“manusia yang terlahir setelah tahun tujuh puluh, punya potensi lima kali depresi dan stres dibanding yang lahir sebelum tahun tujuh puluh”

Alasannya, karena manusia setelah tahun 70 berhadapan dengan masa dimana dia terlena oleh masalah dunia dan melupakan dunia spiritual. Dan ternyata betul. Orang bunuh diri sekarang ini lebih banyak daripada jaman sebelum tahun 70-an. Orang stres dan orang gila lebih banyak dibandingkan jaman dulu. Karena mereka melupakan Tuhannya, kemudian hidupnya terkungkung oleh keinginan-keinginan dunia dan melupakan yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Perubahan dan pengalihan nilai, dan berbagai hal negatif yang muncul akibat globalisasi harus kita hadapi dengan dakwah. Untuk itu, kita harus semakin gencar berdakwah dengan merangkul dan mengarahkan generasi muda untuk menjadi lebih bagus lagi ke depannya.

Ada tiga poin penting yang harus kita lakukan dalam berdakwah dalam rangkah menjaga komunitas muslim agar jangan sampai tergerus oleh nilai-nilai negatif yang diakibatkan oleh arus globalisasi.

Pertama: Ajaklah kembali kepada Allah

Sekarang waktunya untuk kembali kepada Allah. Waktunya kembali kepada masjid sebagai sentral pembinaan mental spiritual umat. Ajaklah mulai dari keluarga kita sendiri datang ke masjid untuk mulai penempaan kembali kepada Allah SWT. Jadi, kembali kepada Allah adalah jawaban dari semua permasalahan dalam hidup ini. Artinya, ketika Allah kita jadikan tempat kembali, yakinlah Allah akan membimbing kita menuju kepada ridho-Nya.

Ada hal yang perlu kita perhatikan dewasa ini. Dakwah menuju Allah ini membutuhkan pemahaman akan ilmu agama dengan baik. Yang menjadi tuntutan globalisasi saat ini adalah kehendak pasar. Jangan sampai dakwah kehilangan esensi!. Da’i yang muncul ke permukaan seharusnya mempunyai kwalifikasi ilmu agama yang bagus. Jangan sampai seperti yang seringkali kita lihat di TV dewasa ini, beberapa di antara mereka tidak mengenyam pendidikan secara khusus bahkan tidak begitu tahu Al-Qur’an dan Al-Hadist tiba-tiba muncul di TV sebagai ustadz, sebagai kyai hanya karena tuntutan pasar. Yang penting lucu, yang penting bisa cerita, tidak peduli tidak bisa Al-Qur’an dan Al-Hadist. Ini adalah sebuah fenomena permasalahan dakwah yang kita hadapi di era global saat ini.

 

Kedua: Ajaklah mengerjakan amal Shalih

Artinya, dakwah dengan memberikan tauladan dengan menampilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Semua kita, harus bisa menjadi Da’i, pengajak kepada Allah dengan cara berperilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Karena kita adalah manusia pilihan terbaik yang dipilih Allah untuk beramar ma’ruf di tengah-tengah masyarakat

Ketiga: Ajaklah untuk meneguhkan identitas kita sebagai muslim

Dakwah di tengah era globalisasi, yang nilai-nilainya bercampur antara barat dan Islam, antara Amerika dengan Indonesia. Di antara semua itu, kita harus tampil dengan kata-kata “Saya adalah orang Islam“. Kita tunjukkan identitas Islam. Jangan pernah malu atau bahkan takut. Sedih rasanya jika kita melihat ada sebagian dari kita malu memakai identitas Islam di muka umum. Banyak orang yang risih membawa Al-Qur’an di bus kota, sementara orang lain membawa kitabnya masing-masing dengan bangga. Kita punya penyakit mindwar the heat complex (rasa rendah diri) . Penyakit psikologi umat yang salah ini harus kita sembuhkan. Banggalah sebagai muslim, nyatakan saya adalah muslim. Dan kita harus berbuat sesuai dengan tuntunan dan nilai-nilai keIslaman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.